Header Ads

test

Pelatihan WI Hari Ke-3

 




Nama : Muhammad Reza Fauzan

Nim : 40040418060xxx

Resume Pelatihan Welding Inspectore Hari 3

1)pengujian tarik

Salah satu pengujian yang digunakan buat mengenali sifat mekanik logam merupakan uji tarik. Uji tarik merupakan sesuatu tata cara yang digunakan buat menguji kekuatan sesuatu bahan/ material dengan cara membagikan beban style yang bertentangan arah. Hasil yang didapatkan dari pengujian Tarik sangat berarti buat rekayasa Teknik serta desain produk karena mengahsilkan informasi kekuatanmaterial. Pengujian tarik banyak dicoba buat melengkapi data rancangan dasar kekuatan sesuatu bahan serta bagaikan data pendukung untuk spesifikasi bahan. Sebab dengan pengujian tarik dapat diukur ketahanan sesuatu material terhadap style statis yang diberikan secara lama- lama.

Pemodelan berorientasi obyek ialah bahasa pemodelan yang sangat banyak digunakan pada pembuatan fitur lunak. Model ini menggunakan obyek, dimana obyek- obyek di dunia nyata dimodelkan bagaikan sesuatu konsep yang diimplementasikan dalam wujud fitur lunak. Bahasa pemograman orientasi sebagai implementasi dari pemodela berorientasi obyek merupakan Bahasa pemograman berorientasi obyek, salah satunya dikala ini diketahui Bahasa pemograman berorientasi obyek Smalltalk. Dalam penerapan penguian tarik, diperoleh informasi beban dan perpanjangan yang terjalin pada material sepanjang proses pengujian. Buat menganalisis kekuatan material dari informasi hasil pengujian

(2)impak charpy ,izzod

Metode Charpy

- Pengujian dengan sample diletakan horizontal

Metode Izzod

- Pengujian dengan sample diletakan vertikal

Mengetahui getas dengan pembebanan kejutanan

Impact = Kejutan

Jika patahan sampai putus maka serapan energinya rendah (foto sebelah kanan)

Jika tidak patah dia bisa menyerap energi lebih banyak, (foto sebelah kiri)

·       Pengelasan yang dipakai bisa terjadi korosi karna ada carbon-carbon yang masuk didalam sample

 

(3)kekerasan brinel,rockwell,vikers...

 

Untuk check material ulet atau getar dan mengetahui karakteristik suatu material baru.

Brinnel, hasil uji bisa dilihat dari pandangan makro

-        Menentukan kekerasan suatu material terhadap bola baja

-        HB = 2F/ (phi/D (D – (D^2 – d^2))

-        D = Bola baja

-        d = bola kecil yang tertanam dimaterial itu.

Rockwell

Menentuka kekerasan terhadap indentur berupa bola baja ataupun kerucut intan, hasil uji diliat dari pandangan makro

HRC = (0,2 – e) 500

Vikers

Pengujian yang sangat kecil dengan indentur intan pandangan makro, Beban yang digunakan juga lebih kecil disbanding rockwell & Brinnel 1 s.d 1000 gram

V = = Test Varea – F / surface area

 

fungsi pengujian pada pengelasan

 

1.     Pengujian Destruktif, Pengujian destruktif dilakukan dengan pengambilan spesimen uji dari produk hasil lasan, tidak pada produk keseluruhan (kecuali pada produk berukuran kecil) dan dilakukan pengujian yang bersifat merusak terhadap spesimen uji tersebut.

2.     Pengujian Kimia, Pengujian kimia dilakukan untuk mengetahui sifat logam las dengan metode analisis kimia kandungan logam, uji korosi, dan uji hidrogen terfusi.

3.     Pengujian Mekanikal, Pengujian mekanikal dilakukan untuk mengukur sifat dari logam yang telah dilas

4.     Pengujian Struktural, Pengujian struktural pada benda uji dilakukan untuk mengetahui struktur yang terbentuk pada benda uji.

5.     Pengujian Struktur Makro, Pengujian ini dilakukan langsung dengan mata telanjang untuk memeriksa penetrasi lasan, bentukan lapisan las, ukuran dari daerah pengaruh panah (HAZ), dan kemungkinan munculnya cacat las.

6.     Pengujian Struktrur Mikro, Pada pengujian struktur mikro, potongan spesimen uji yang dipoles halus dan dilapisi cairan asam dianalisis strukturnya menggunakan mikroskop optik dengan pembesaran 100 sampai 1000 kali.

7.     Pengujian Non-Destruktif, yaitu Pengujian non-destruktif dilakukan dengan menguji hasil lasan tanpa “merusak” produk hasil lasan.

 

No comments